Wednesday, August 13, 2014 0 comments

My Thoughts About Future

Di usia 21 tahun ini entah kenapa aku lebih banyak berpikir untuk hal-hal yang masih jauh ke depan. Mungkin terlalu cepat, mungkin juga tidak, untuk memikirkan tentang karir dan rencana masa depan secara serius, termasuk bahwa suatu hari nanti (mungkin) aku akan menikah dan membangun keluarga O__o

- MY DREAM -


Sejak kecil aku selalu ingin menjadi seorang komikus. Guru-guruku sejak dulu pun mendukung kesukaanku menggambar, bahkan salah satu guru menggambarku pernah berkata, "Indonesia butuh komikus seperti kamu."


Gambarku waktu SMP


Tentu saja aku sangat tersanjung dan di masa SMP menerima pujian sebesar itu bukanlah beban. Aku sangat percaya dengan setiap pujian yang diberikan oleh orang-orang sekelilingku, bahwa aku memiliki bakat menggambar dan suatu hari aku PASTI akan menjadi komikus.


Memasuki masa-masa kuliah, tiba-tiba mataku terbuka berhadapan dengan kenyataan yang pahit ._.


Tiba-tiba seolah tersadar bahwa bakat menggambar yang selalu dipuji oleh lingkunganku dulu tidak seberapa dibanding dengan teman-teman kuliahku di jurusan DKV. Selama masa kuliah, aku juga jarang menggambar karena tiba-tiba menggambar sepertinya tidak semenyenangkan di masa sekolah.


Jujur saja, gambarku di masa sekolah (ternyata baru kusadari) tidak proporsional secara anatomi, tetapi aku sangat senang saat menggambar. Saat SMP aku sering membuat komik di tengah-tengah pelajaran, sehingga guruku marah dan mau melihatnya (rasanya sangat mengerikan O__o) dan kepala sekolahku juga menegurku karena aku tidak menghargai beliau yang sedang mengajar (memang salah kok, tapi waktu itu aku belum mengerti arti menghargai orang lain)


Waktu SMA aku pernah kena panggilan orang tua gara-gara menggambar di kelas dan sibuk stalking artis Korea waktu pelajaran, nggak bisa jawab pertanyaan lagi (xD). Guru yang sedang mengajar waktu itu menegur dengan keras dan berkata kalau lebih baik aku masuk sekolah khusus menggambar saja daripada masuk sekolah umum tapi seperti itu.


Nah, kembali ke masa sekarang. Sebenarnya keinginan menjadi komikus sudah tidak sebesar dulu. Sekarang aku justru ingin menjadi penulis buku cerita anak-anak sekaligus ilustratornya. Mungkin ini impian yang terlalu sombong mengingat kemampuan gambarku yang sekarang? Nggak juga, at least I'm a realistic dreamer. Impian yang besar harus diimbangi dengan plan dan ukuran yang jelas, kalau nggak selamanya akan jadi mimpi. Aku sih sadar banget kalau gambarku sekarang jauh dari standar menjadi ilustrator. Makanya untuk saat ini aku mau belajar menggambar lebih lagi, hal terdekat yang bisa kulakukan.


Aku nggak mau peduli lagi walau dibilang gambarku nggak proporsional. Dulu aku nyaris percaya bahwa kalau gambarku tidak proporsional maka aku nggak ada harapan dalam bidang menggambar. Sampai suatu hari seorang kakak kelas bilang dia suka gambarku, lebih daripada yang lain. Iya, dia SUKA gambarku. Itu benar-benar menyentakkan aku. Hei, ngapain aku berhenti menggambar hanya karena dibilang gambarku nggak proporsional? Ada orang yang suka gambarku dan itu memberikan semangat baru kepadaku.


- LOVE LIFE -


Nah ini juga tiba-tiba jadi terpikir belakangan ini xD

Dulu sih aku nggak terlalu mikirin ini karena sibuk dengan banyak hal. Intinya hidupku sangat fine dan kayaknya belum kepingin aja mikirin soal ini. Ya ada sih orang yang spesial tapi kayaknya beda jalan ^__^  (ada hal yang sangat penting di hidupku yang susah kutukarkan dengan apa pun juga sih :D)

Kenapa di atas tadi aku masih bilang "(mungkin)" untuk urusan satu ini?

Soalnya bagiku mending sendiri daripada sama orang yang nggak tepat O__o
Mungkin terdengar ekstrim sih, tapi if I do marry I'll marry only if it is with the right person (dan aku nggak minat pacaran kalo nggak ada arahnya ke mana, hahaha) 

Soal yang satu ini kupingku sudah kebal dibilang ini itu sama orang :3


Ada yang bilang aku sok idealis.

Bagiku sendiri standar itu wajib. Ya wajar dong kalau untuk hal sepenting ini (seumur hidup dan nggak bisa diretur atau tukar tambah xD) menetapkan standar. Standarku juga nggak muluk-muluk tapi secara jujur sangat sedikit orang yang punya kualitas-kualitas ini, karena standarku lebih ke arah karakter dan inside seseorang.

Ada yang bilang aku jual mahal.

Ya masa jual murah -.-
Emang baju obralan?

Ada yang bilang aku berekspektasi terlalu tinggi.

Kalo ini sih ada benarnya juga sih. Soalnya kembali ke standar, hahaha. Tapi setidaknya aku cukup fair untuk memakai standar yang kutetapkan ke orang lain ke atas kepalaku sendiri. Jadi, intinya aku percaya ketika kita menjadi orang yang terbaik, Tuhan akan berikan yang terbaik juga. Makanya berlaku dua sisi, aku harus mencapai standar tersebut bukan hanya menuntut standar tersebut.

___



Well, aku sendiri masih nggak tahu nanti masa depanku pastinya seperti apa. Aku punya impian, punya rencana, tapi manusia berencana seperti apa pun percayalah kalau kehendak Tuhan yang jadi.

Banyak orang yang ingin memegang masa depannya di tangannya sendiri, bertindak seperti yang dia mau dan rencanakan. Iya, bisa tercapai, tapi apakah itu sebenarnya rencana yang terbaik yang bisa terjadi dalam hidupnya? Jangan-jangan di akhir pencapaian tersebut, pencapaian tersebut tidak menuju ke mana-mana dan tidak memiliki tujuan apa-apa?



I only want to live at the center of God's perfect will! How about you? :)




Wednesday, July 30, 2014 2 comments

DKV STTS 2011 goes to Bali





Hahaha judulnya "DKV STTS 2011 goes to Bali" padahal sebenernya bukan cuma jurusan DKV yang ke Bali untuk Study Tour :p

Selama di sana aku benar-benar menikmati waktu yang menyenangkan bersama temen-temenku yang unyu-unyu, koplak-koplak, dan aneh-aneh *eh*


Here are our photos ^__^


1ST DAY: Garuda Wisnu Kencana - Pantai Dreamland

Foto bareng di Garuda Wisnu Kencana *walau nggak di area patungnya hehe*
The Beranda's Restaurant



Pantai Dreamland

2ND DAY : Joger - Discovery Mall - Jimbaran


Kembaran gelang Joger super ekonomis seharga 2K xD

Lunch at Domino Pizza


Narsis dengan kacamata pinjaman xD


3RD DAY: Art Vision Bali

Suasana magang di sini (bukan saya yang magang maksudnya T.T)
Real designer's desk <3
Me, my friend, and Star! Star is that Siberian Husky's name.

4TH DAY: Bedugul - Tanah Lot

Here we areee!

Gara-gara ada yang lupa ngesave foto banyak foto yang hilang *cough* ARIF!!
Selfie at Banana Boat
Pose andalanku
 Di Tanah Lot kagak foto-foto soalnya hujan T_T

5TH DAY: Belanja Oleh-Oleh (no photos)


** RANDOM PHOTOS **

Diajak foto bareng temenku Jordy, tapi meleset hanya mukaku yang tercapture xD
Perbaikannya, hehe. Topi minjem Nanang.
Narsis dengan barang pinjaman lagi hehe. Jordy's property xD
Narsis di kamar hotel. Narsis tanpa alasan, karena narsis tidak membutuhkan alasan.
Hijau-kuning-merah
Satu untuk berdua. So sweet kan >.<
Foto penutup: Nanas in action xD



Monday, March 24, 2014 0 comments

Kuasa Nama Yesus 2

Tanggal 22 Maret 2014, di SSCC-PTC diadakan satu kebaktian kesembuhan ilahi "Kuasa Nama Yesus 2", yang diadakan oleh Army of God Mawar Sharon Youth 

Aku sendiri waktu itu terlibat dalam pelayanan pendoa, dan aku sangat bersyukur dapat berpartisipasi dalam pekerjaan Tuhan dan melihat mujizat dinyatakan secara langsung di depan mataku sendiri. Salah satu mujizat yang kulihat secara langsung saat terjadi adalah mujizat untuk seorang anak laki-laki yang mengalami masalah pada matanya. Sejak usia 9 tahun, dia tidak bisa membaca tulisan yang berukuran lebih kecil dari font 44. 


Saat itu aku dan pendoa yang satu tim denganku menghampiri Fajar dan mendoakan. Teman Fajar yang membawa Fajar juga berdoa. Kami berdoa dan merendahkan diri meminta belas kasihan Tuhan atas Fajar. Puji Tuhan, setelah kami berdoa, Fajar bisa melihat tulisan yang sebelumnya tidak bisa dibacanya dan setelah diperiksa oleh dokter dinyatakan dalam proses. 


Namun bukan doa manusia yang menyembuhkan, tapi tangan Tuhan yang bekerja. Tentu saja banyak juga yang mengalami kesembuhan total, bahkan sebelum didoakan dan sebelum acara dimulai! Seorang bapak yang belum mengenal Tuhan Yesus yang mengalami tuli pada kedua telinganya, disembuhkan bahkan sebelum acara dimulai. Banyak juga kesaksian-kesaksian lain, namun saat itu aku tidak dapat menyimak kesaksian orang-orang yang disembuhkan karena sedang melayani doa dan jemaat yang maju altar call.


Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus! ^^




Monday, March 17, 2014 2 comments

My 21st B'day

Today I'm turning to 21. And here's the story about today ^^

Pagi-pagi tiba-tiba aku dikejutkan oleh BBM ko Kevin yang isinya sudah ada di depan rumahku. Maka, aku pun keluar rumah dan rupanya... aku dibohongi, saudara-saudara! *setidaknya kupikir begitu*

Lalu aku masuk ke dalam rumah lagi. Eh, tiba-tiba, aku melihat sosok ko Kevin yang sungguhan jalan ke arah rumahku. Oh, ya, sedikit keterangan kenapa aku bereaksi agak alay, karena ko Kevin senior kampusku yang sudah lulus ini tinggalnya di Banjarmasin, jadi ya jelas aku kira dikerjain kalau dia ngaku-ngaku ada di depan rumahku.

Ternyata, ko Kevin datang ke rumahku untuk ngasih kado, yang kadonya baru pertama kali aku dapat kado semacam itu. Waktu kubuka sih, kirain kado biasa, alat pemutar musik yang namanya Music Angel. Tapi, yang keren, ternyata di dalam alat ini ko Kevin sudah memasukkan lagu buatannya sendiri buat ultahku *wow*




Tentu saja aku sangat senang dapat kado unik kayak gitu, karena sebelumnya belum pernah menerima hadiah lagu buatan sendiri. Music Angel yang dikasih ko Kevin ini suaranya juga jernih, plus lagu buatannya enak sekali *liriknya juga dalem*, hehe. Tapi, karena tadi pagi aku sudah hampir terlambat waktu ko Kevin ke rumah memberikan hadiah ini, maka aku cuma menyetelnya sekali *penasaran dong* lalu cepat-cepat berangkat.

Sampai di kampus, aku melihat adik kelasku Shelvi yang sebelumnya SMS janjian bertemu di kampus. Rupanya Shelvi juga membawa hadiah untukku. Yang bikin agak kaget waktu membukanya, isinya double! Hahaha, ini dia isinya.




Kebetulan waktu aku membuka kado dari Shelvi, aku sedang SMS an sama Shelvi, maka aku bertanya kok dia sampai memberiku dua buah kado. Jawabannya membuatku cukup tersanjung juga, karena rupanya kado yang dia berikan dipilih dengan pertimbangan, nggak asal-asalan. Katanya, tas yang besar buat dipakai kuliah, yang kecil buat santai atau jalan-jalan. Aku sampai say thank you berkali-kali karena tersanjung juga punya adik kelas yang perhatian.


Terakhir, orang ketiga yang memberiku kado adalah Anas, my classmate. Kado dari Anas ini paling lucu karena bungkusnya unik banget. 



Pertama, aku sempat curiga bahwa isinya makanan *makan mulu pikirannya wakakaka*. Kado kok bungkusnya pakai brosur mini market? Apalagi dipegang empuk-empuk. Cokelat kayaknya. Tapiiii, waktu dibukaaa... Taraaa...



Waaahhh, yang bikin kaget pertama adalah ternyata isinya bukan makanan, tapi dompet. Anas ini kalau ngasih kado selalu tepat sasaran. Dua tahun lalu tasku lagi jebol, dia kasih tas. Sekarang lagi pingin dompet, dia kasih dompet *aku ga bilang lho padahal*. Trus warnanya merah lagi, warna favoritku hehehe. Oia, ini bukan cuma dari Anas, tapi juga dari Tinus, pacarnya Anas.

Hal kedua yang membuat kaget adalah ada kartu ucapannya yang lucuuuuu! Haha, jujur saja, kado yang ada personal touch nya kayak gini siapapun yang menerima pasti seneng. Aku nggak pernah membuang kartu atau surat dari temanku, bahkan beberapa aku simpan di dalam Alkitab hehehe. 


Nah, itu cerita tentang kado.


Hal-hal lain yang membuat senang tentu ada. Waktu teman-teman, bahkan senior dan junior memberi ucapan selamat, menyalami, merangkul, hehehe. Mamaku juga memasakkan puding karena aku suka puding.


Tapi, hal yang menyedihkan juga ada :(


Ada satu orang penting dalam hidupku yang lupa ultahku :(

Tapi nggak papa, deh, saya maklum dan tidak terlalu berharap wkwkwk *clue: dia sesama jenis kok, jadi jangan mikir penting dalam artian lain*

Oh, ya, btw ada satu kado terindah lagi yang kuterima hari ini. Hari ini waktu saat teduh di kamar dan menyembah Tuhan, rasanya begitu cintaaaaa sama Tuhan. Tentu saja bukan karena aku sangat baik bisa merasakan cinta Tuhan, tapi karena cinta Tuhan yang keterlaluan sampai aku tidak punya pilihan lain kecuali mencintaiNya balik *cieeee XD*


Satu hal juga kupelajari hari ini. Ada kalanya kita perlu berkorban dan hidup untuk orang lain, tapi bukan berarti selalu. Kita harus bekerja melayani Tuhan dengan setia, tapi ingatlah status kita di mata Tuhan bukan sebatas pelayan tapi juga anak. Karena kita anakNya, maka Tuhan ingin kita bahagia. Itulah yang kudapat hari ini ketika menyadari Tuhan bukan Tuhan yang selalu menuntut kita melakukan ini dan itu, tapi Tuhan adalah Tuhan yang ingin membahagiakan kita. Melalui cintaNya dan orang-orang yang Ia tempatkan di sisiku, aku merasa bahagia. 


This is my 21st-years-old's new start and a new chapter just began...

 
;